Terungkap! Keripik Pisang Pakai Narkoba, Pengiriman dari Depok

- Penulis

Senin, 6 November 2023 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Updetin, Jakarta Rumah produksi dan peredaran narkotika modus keripik pisang dan happy water di Bantul digerebek Bareskrim Polri bersama Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 8 orang ditangkap terkait kasus ini.

Peredaran narkoba ini terungkap bermula saat Bareskrim Polri melakukan operasi siber. Polisi mendapati adanya media sosial (medsos) yang menjual keripik pisang dengan harga yang sangat tinggi.

“Ternyata ada penjualan narkoba dalam bentuk happy water dan bentuk keripik pisang. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dilakukan oleh teman-teman Direktorat narkoba Bareskrim Polri selama satu bulan, mengikuti dinamikanya,” kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada di Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY, dilansir detikJogja Jumat (3/11/2023).

Selanjutnya hari Kamis (2/11/2023), polisi melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pengiriman barang yang dilakukan di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

“Dan kami menemukan barang bukti happy water dan keripik pisang. Dari jumlah total barang bukti yang kita amankan ada 426 bungkus kripik pisang berbagai ukuran dan 2.022 botol happy water dan masih ada 10kilogram bahan baku narkobanya,” ucapnya.

Dari hasil operasi tersebut, polisi bisa menangkap 3 orang yang ada di Depok, yakni pemilik akun, pemilu rekening dan juga penjual barang-barang yang sampai di Depok. Setelah pengembangan lalu polisi mendatangi 3 TKP lainnya yaitu di Kaliaking, Magelang, Potorono dan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

“Selanjutnya kita tangkap dua orang di Kaliangking, Magelang, keduanya produsen keripik pisang. Kemudian kita tangkap dua orang lagi di Potorono yang memproduksi happy water dan keripik pisang dan satu orang kita tangkap di Banguntapan ini,” ujarnya.

Sehingga ada 8 orang yang diamankan dalam kasus ini. Delapan orang itu masing-masing MAP sebagai pengelola akun media sosial; D sebagai pemegang rekening; AS sebagai pengambil hasil produksi dan penjaga gudang pemasaran; BS sebagai pengolah/koki; EH sebagai pengolah/koki dan distributor; MRE sebagai pengolah/koki; AR sebagai pengolah/koki dan R sebagai pengolah pengolah/koki.

Berita Terkait

Istana Pastikan Pelibatan TNI untuk Distribusi BBM di Sumut Demi Menjaga Pasokan Tetap Aman
Sinergi TNI–Pertamina Amankan Distribusi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Normal
Integrasikan Berbagai Aplikasi AI, Cyvernix Indonesia Rilis Cyvernix Pro AI Marketplace
Catat Tanggalnya! Grand Opening One Stop Shopping Deliwafa di Panglima Polim Jaksel
BREAKING NEWS! Meski Ketua Pelaksana Disorot, Satgas PKH Tegaskan Tetap Bekerja Selamatkan Aset Negara
Mengenal Asisten AI Multitasking Versi Mas Ghif Yang Mampu Bekerja Dua Puluh Empat Jam
Jangan Ragu Pilih Moerahnie.com Sebagai Supplier Import Anda
Moerahnie.com Supplier Produk Import Terbaik Tahun Ini
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:22 WIB

Istana Pastikan Pelibatan TNI untuk Distribusi BBM di Sumut Demi Menjaga Pasokan Tetap Aman

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:45 WIB

Sinergi TNI–Pertamina Amankan Distribusi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Normal

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:46 WIB

Integrasikan Berbagai Aplikasi AI, Cyvernix Indonesia Rilis Cyvernix Pro AI Marketplace

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:50 WIB

Catat Tanggalnya! Grand Opening One Stop Shopping Deliwafa di Panglima Polim Jaksel

Senin, 13 Juli 2026 - 17:21 WIB

BREAKING NEWS! Meski Ketua Pelaksana Disorot, Satgas PKH Tegaskan Tetap Bekerja Selamatkan Aset Negara

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:34 WIB

Mengapa Emas Dunia Terkoreksi Tajam Hari Ini

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:42 WIB

Nama Pejabat dan Pengusaha Indonesia dalam dokumen Epstein

Kamis, 31 Juli 2025 - 16:43 WIB

Jangan Ragu Pilih Moerahnie.com Sebagai Supplier Import Anda

Berita Terbaru