Kementerian Hukum Amerika Serikat baru saja merilis jutaan dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026. Rilis ini merupakan yang terbesar dalam sejarah sejak undang-undang transparansi berkas Epstein disahkan Kongres AS pada akhir 2025. Di tengah nama-nama besar seperti Donald Trump dan Elon Musk, publik tanah air pun bertanya-tanya: sejauh mana keterlibatan Indonesia dalam dokumen Epstein?
Baca Juga : Terungkap! Keripik Pisang Pakai Narkoba, Pengiriman dari Depok
Berdasarkan katalog dokumen yang dibuka ke publik, kata kunci “Indonesia” muncul dalam 902 berkas. Temuan ini mencakup berbagai spektrum, mulai dari penyebutan nama tokoh penting hingga korespondensi langsung individu tertentu dengan tim Epstein.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh Publik Indonesia dalam Radar Dokumen
Sejumlah nama besar di Indonesia muncul dalam jutaan halaman dokumen tersebut. Namun, konteks kemunculan mereka perlu dipahami secara hati-hati:
-
Pejabat Negara: Nama Joko Widodo dan Sri Mulyani tercatat dalam beberapa surat elektronik (email). Namun, penyebutan ini hanya terkait dengan rangkuman perkembangan berita dunia yang dipantau oleh tim Epstein, bukan indikasi keterlibatan langsung.
-
Pengusaha Besar: Nama konglomerat seperti Hary Tanoe dan Eka Tjipta juga muncul. Berkas menunjukkan nama mereka berkaitan dengan urusan bisnis dan properti milik Donald Trump, yang memang memiliki hubungan sejarah bisnis dengan para pengusaha tersebut, di luar konteks kasus kriminal Epstein.
Menurut Muhammad Fatahillah Akbar, dosen ilmu pidana Universitas Gadjah Mada, keberadaan nama-nama ini tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan kejahatan. “Jika tidak ada kaitan dengan perbuatan melawan hukum, itu hanya informasi terbuka bagi publik sesuai undang-undang di AS,” ujarnya.
Kasus Kafrawi Yuliantono: Jalur Rekrutmen dari Lombok?
Salah satu temuan paling spesifik mengenai Indonesia dalam dokumen Epstein adalah sosok bernama Kafrawi Yuliantono. Berbeda dengan tokoh publik di atas, sosok ini terdeteksi melakukan korespondensi langsung dengan tim perekrut Epstein.
Berikut beberapa poin penting terkait koneksi ini:
-
Melamar Kerja: Kafrawi diketahui bergerak di bidang perhotelan dan mengirimkan lamaran kerja untuk properti milik Epstein di New York dan Florida.
-
Koneksi: Ia mengaku mengenal Epstein dan Ghislaine Maxwell melalui manajernya yang bernama Nicholas Simmonds dan Edwina sebelum tahun 2013.
-
Pengakuan Mengejutkan: Dalam emailnya, Kafrawi menyebutkan dirinya biasa bersama para gadis massage di Parrot Cay.
-
Jejak Geografis: Pada tahun 2012, ia mengabarkan Epstein bahwa dirinya berasal dari salah satu pulau di Gili, Lombok, dan berencana menemui Epstein di Washington. Epstein merespons pesan tersebut dengan kata singkat: “Great”.
Selain itu, dokumen juga mencatat adanya transaksi berulang terkait pembelian furnitur dan pernak-pernik seni dari Indonesia oleh pihak Epstein.
Polemik di Inggris dan AS
Berbeda dengan Indonesia yang sejauh ini tidak menimbulkan polemik hukum, rilis dokumen ini mengguncang panggung politik internasional:
-
Inggris: Mantan Duta Besar Peter Mandelson resmi mengundurkan diri dari Partai Buruh setelah dokumen mengungkap adanya transfer uang sebesar US$75.000 dari Epstein. Nama Pangeran Andrew juga kembali tersudut lewat foto-foto baru dan email yang meragukan klaimnya soal pemutusan kontak dengan Epstein.
-
Amerika Serikat: Nama Donald Trump muncul ratusan kali, meski mayoritas klaim disebut oleh Departemen Kehakiman sebagai informasi yang tidak terverifikasi atau sensasional. Sementara itu, Elon Musk tertangkap dalam email sedang menanyakan tentang “pesta paling liar” di pulau pribadi Epstein, meskipun Musk membantah pernah berkunjung ke sana.
-
Bill Gates: Dokumen memuat klaim sensasional Epstein terhadap Gates, yang kemudian dibantah keras oleh juru bicara Gates sebagai upaya pencemaran nama baik oleh seorang “pembohong yang tidak puas”.
Transparansi atau Ancaman Privasi?
Meskipun rilis 3 juta halaman ini memberikan transparansi, pengacara korban seperti Gloria Allred mengkritik proses ini karena identitas beberapa korban tidak disamarkan dengan baik.
Baca Juga : clippervideoid Membantu Brand Menjaga Kualitas Visual Secara Stabil
Bagi Indonesia, sejauh ini keterlibatan yang tercatat lebih banyak didominasi oleh urusan bisnis properti pihak ketiga, korespondensi profesional perhotelan, dan transaksi barang seni. Namun, fakta bahwa ada individu yang berkomunikasi langsung dengan lingkaran dalam Epstein menunjukkan bahwa jaringan predator global ini memang sempat menjangkau hingga pelosok nusantara.









