Bandung – Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan turnamen tahun ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seluruh kebutuhan kompetisi dipenuhi melalui dukungan sponsor swasta.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar saat membuka Piala Presiden 2026 bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).
Turnamen pramusim yang diikuti delapan klub tersebut akan berlangsung hingga 6 Agustus 2026. Ribuan suporter memadati stadion untuk menyaksikan seremoni pembukaan yang dilanjutkan dengan pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembukaan turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Maruarar, yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengatakan meningkatnya kepercayaan sponsor membuat penyelenggaraan Piala Presiden terus berkembang. Pada tahun ini, hadiah bagi klub juara meningkat menjadi Rp6 miliar.
“Seluruh penyelenggaraan turnamen didukung sponsor swasta tanpa menggunakan dana APBN. Kami juga menghadirkan tiga klub terbaik Asia Tenggara agar daya saing klub Indonesia semakin meningkat,” ujar Maruarar.
Di sela-sela pembukaan, Ara—sapaan akrab Maruarar—meninjau posko kesehatan, berdialog dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di sekitar stadion, serta mengunjungi stan BP Tapera.
Dalam kesempatan tersebut, BP Tapera memperkenalkan program rumah subsidi dengan promo uang muka atau down payment nol persen bagi 100 pendaftar pertama. Ara juga berbincang dengan salah seorang penerima manfaat rumah subsidi yang telah merasakan manfaat program pemerintah tersebut.
Menurut Ara, penyelenggaraan turnamen yang didukung pengelolaan stadion yang bersih, sistem pengelolaan sampah yang baik, serta keterlibatan pelaku UMKM menunjukkan bahwa olahraga dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga membangun optimisme, membuka peluang usaha, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Ara juga mengajak seluruh klub, pemain, ofisial, dan suporter untuk menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta Piala Presiden 2026. Mari kita jaga sportivitas, persatuan, dan semangat membangun Indonesia melalui olahraga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut sangat tinggi. Sebanyak 24 ribu tiket pertandingan pembuka telah habis terjual sebelum laga dimulai.
“Animo penonton luar biasa. Sebanyak 24 ribu tiket terjual habis,” kata Tsamara.
Selain menjadi ajang pemanasan menjelang kompetisi resmi, Piala Presiden 2026 diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Panitia melibatkan 100 pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi untuk memasarkan produknya selama turnamen. Sebanyak 50 pelaku UMKM dilibatkan di Bandung dan 50 lainnya di Surabaya.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut memperkuat posisi Piala Presiden sebagai turnamen sepak bola yang tidak hanya berorientasi pada prestasi dan hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.









