LAMPUNG Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali erupsi tiga kali pada Senin (19/10/2026) pagi dalam rentang sembilan menit. Erupsi tercatat pada pukul 09.31 WIB, 09.33 WIB, dan 09.40 WIB, namun tinggi kolom abu tidak terpantau karena kamera pengawas tertutup abu vulkanik.
Berdasarkan laporan Magma Indonesia dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi pertama pada pukul 09.31 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sekitar 51 detik. Dua menit kemudian, erupsi kedua terjadi dengan amplitudo maksimum 53 milimeter dan berlangsung sekitar empat menit. Erupsi ketiga pada pukul 09.40 WIB menjadi yang terbesar dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 6 menit 32 detik.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi belum berhenti saat laporan pengamatan diterbitkan. “Iya 3 kali erupsi. Sampai saat ini erupsi masih berlangsung,” ujar Suwarno.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak Krakatau erupsi: status tetap Siaga
Hingga Senin pagi, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III atau Siaga. Menyikapi aktivitas vulkanik yang fluktuatif, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati dan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah. Aktivitas juga dilarang dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak lava panas dengan air laut atau air hujan.
PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu hoaks yang menyebut erupsi akan memicu tsunami. Warga diminta mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Erupsi pagi ini merupakan lanjutan dari aktivitas vulkanik sehari sebelumnya. Pada Minggu (18/10/2026), Gunung Anak Krakatau tercatat erupsi enam kali dengan kolom abu hitam mencapai 500 meter. Baca selengkapnya: Anak Krakatau Erupsi Enam Kali Sehari, Semburkan Abu Hitam 500 Meter.
Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi PVMBG di magma.esdm.go.id.
Sumber Berita : BSI News (bsinews.id); CINEWS.ID (cinews.id); Krakatau.id; Detikcom; PVMBG / Magma Indonesia (magma.esdm.go.id)







