Medan – Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Utara mulai berangsur pulih. Percepatan penyaluran dilakukan melalui sinergi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina, TNI, dan Polri untuk memastikan pasokan BBM kembali menjangkau masyarakat.
Kendala distribusi terjadi setelah adanya aksi pemberhentian operasional secara mendadak oleh sejumlah sopir truk tangki reguler. Akibatnya, proses pengiriman BBM menuju SPBU sempat terganggu sehingga menyebabkan keterlambatan pasokan di beberapa wilayah. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan dan kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan BBM.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa stok BBM di depo Pertamina dalam kondisi aman dan mencukupi. Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan berasal dari ketersediaan stok, melainkan hambatan pada proses distribusi menuju SPBU.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mempercepat pemulihan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri guna memastikan distribusi tetap berjalan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengerahkan personel TNI yang memiliki kompetensi mengemudikan kendaraan berat untuk membantu mengoperasikan truk tangki BBM.
Sejak Selasa malam, sejumlah prajurit TNI mulai mengambil alih kemudi truk tangki Pertamina dan mengantarkan pasokan BBM ke berbagai SPBU yang mengalami keterlambatan distribusi. Langkah ini dilakukan sebagai solusi darurat agar pasokan energi tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Distribusi yang kembali berjalan membuat pasokan BBM secara bertahap kembali normal. Antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang seiring masuknya truk-truk tangki ke lokasi pengisian.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai menjadi contoh respons cepat pemerintah dalam menjaga layanan publik di tengah situasi darurat. Sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, dan TNI menunjukkan bahwa kesinambungan distribusi energi merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan percepatan distribusi ini sekaligus menjadi bukti bahwa koordinasi antarinstansi mampu meminimalkan dampak gangguan logistik, menjaga stabilitas pasokan BBM, serta mengembalikan rasa tenang masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.









