Lima Pekerja Gugur dalam Serangan KKB, TNI Amankan Wilayah dan Telusuri Korban Hilang

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolikara – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang kamp pekerja proyek jalan PT SHJ di Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Serangan tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara tiga pekerja lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan serangan terjadi secara mendadak ketika para pekerja sedang beristirahat di dalam kamp.

Keterangan tersebut sekaligus mengoreksi informasi awal yang menyebutkan peristiwa terjadi pada Senin dini hari.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyerangan terhadap kamp PT SHJ dilakukan pada Minggu malam saat para korban sedang beristirahat,” kata Tri Purwanto.

Baca Juga :  Pendaftaran Capres Ditutup 25 Oktober, Begini Keadaan Tahapan Pilpres 2024

Dari lima korban meninggal dunia, empat jenazah telah teridentifikasi, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga. Tiga jenazah telah dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah dibawa ke Karubaga. Satu jenazah lainnya masih berada di lokasi kejadian.

5 Pekerja Gugur

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras serangan tersebut karena para korban merupakan warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Papua.

Berdasarkan data sementara, terdapat 10 pekerja di kamp PT SHJ saat penyerangan berlangsung. Tiga pekerja hingga kini masih belum diketahui nasib dan keberadaannya.

Baca Juga :  Adian Napitulu Ungkit Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Dibantah Puan

“Kamp PT SHJ terdapat 10 orang pekerja. Tiga orang di antaranya belum diketahui nasibnya,” ujar Tri Purwanto.

Personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan untuk mengevakuasi para korban, mencari pekerja yang hilang, serta mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penyerangan.

Aparat juga meningkatkan pengamanan untuk memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta para pekerja yang menjalankan pembangunan di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Perkuat Kemampuan Maritim Indonesia
Perluas Jaringan Bisnis, Business Matching ke-32 Siap Membuka Peluang Pasar Baru
Polda Metro Jaya Resmi Tahan Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Palmerah
Hindari Penipuan, Transjakarta Tegaskan Kartu Layanan Gratis Tidak Diperjualbelikan
Bukan Sekadar Jersey, Official Apparel Tim Indonesia Bawa Identitas Nusantara ke Asian Games 2026
Pramono Anung Pastikan Lonjakan Harga Cabai Tak Ganggu Inflasi di Jakarta
Api Padam, Petugas Tuntaskan Pendinginan Kebakaran Kios di Halim Perdanakusuma
Olah TKP Digelar, Polisi Buru Komplotan Pembacok Pria di Koja Jakarta Utara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:19 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Perkuat Kemampuan Maritim Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Perluas Jaringan Bisnis, Business Matching ke-32 Siap Membuka Peluang Pasar Baru

Kamis, 17 September 2026 - 10:29 WIB

Polda Metro Jaya Resmi Tahan Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Palmerah

Rabu, 16 September 2026 - 17:53 WIB

Hindari Penipuan, Transjakarta Tegaskan Kartu Layanan Gratis Tidak Diperjualbelikan

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

Bukan Sekadar Jersey, Official Apparel Tim Indonesia Bawa Identitas Nusantara ke Asian Games 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WIB

Api Padam, Petugas Tuntaskan Pendinginan Kebakaran Kios di Halim Perdanakusuma

Jumat, 11 September 2026 - 11:24 WIB

Olah TKP Digelar, Polisi Buru Komplotan Pembacok Pria di Koja Jakarta Utara

Kamis, 10 September 2026 - 11:34 WIB

Demo Buruh di Jakarta Hari Ini Bawa 11 Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

Berita Terbaru