Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Selasa Pagi, PVMBG Larang Aktivitas Radius 5 Km

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawah Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung. (Foto: Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0)

Kawah Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung. (Foto: Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0)

JAKARTA – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali erupsi tiga kali. Erupsi itu terjadi pada Selasa pagi (20/10/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi beruntun pukul 06.27 WIB, 06.40 WIB, dan 06.57 WIB. Status gunung tetap Level III atau Siaga.

Seismogram merekam erupsi pertama pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 53 detik. Pukul 06.40 WIB, erupsi kedua menyusul dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan durasi sekitar 45 detik. Erupsi ketiga terjadi pukul 06.57 WIB dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi sekitar 32 detik. BPBD Lampung mengonfirmasi erupsi terakhir itu dan menyatakan aktivitas erupsi telah selesai.

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tidak Teramati, CCTV Tertutup Abu Vulkanik

PVMBG menyatakan tinggi kolom abu dari ketiga erupsi tersebut tidak teramati. Kamera pengawas atau CCTV di lapangan juga untuk sementara tidak berfungsi karena tertutup abu vulkanik. Petugas mengandalkan rekaman seismograf untuk memantau aktivitas gunung.

“CCTV tertutup abu vulkanik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Rangkaian erupsi ini melanjutkan aktivitas tinggi Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Senin (19/10/2026), gunung api yang tumbuh di bekas kaldera Krakatau ini juga erupsi beruntun. Gunung itu berulang kali menyemburkan abu vulkanik. Aktivitas yang fluktuatif itu membuat PVMBG mempertahankan status Siaga.

PVMBG Melarang Warga Beraktivitas dalam Radius 5 Km

PVMBG melarang masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria juga meminta nelayan menjauhi kawasan berbahaya tersebut selama aktivitas vulkanik masih tinggi.

Baca Juga :  Mengenal Asisten AI Multitasking Versi Mas Ghif Yang Mampu Bekerja Dua Puluh Empat Jam

Larangan tambahan berlaku dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau. Masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Warga juga perlu mewaspadai erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan. Potensi bahaya itu berada dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Pemerintah Provinsi Lampung dan BPBD Kabupaten Lampung Selatan turut mengingatkan warga agar mematuhi batas aman tersebut. Masyarakat perlu mengikuti perkembangan aktivitas Anak Krakatau hanya melalui saluran resmi pemerintah agar tidak termakan informasi yang tidak terverifikasi.

Bagi warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung, PVMBG meminta masyarakat tetap tenang. PVMBG juga meminta warga tidak mempercayai isu yang mengaitkan erupsi ini dengan tsunami. Kegiatan sehari-hari dapat berjalan seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat.

Sumber Berita : IDXChannel, Lensa Hukum, Media Delegasi, Dawai News

Berita Terkait

Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Kapasitas Produksi 8 Juta Butir Sehari
Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut ke Pembuktian 28 Oktober
Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Pagi Ini, Status Tetap Siaga
Anak Krakatau Erupsi Enam Kali Sehari, Semburkan Abu Hitam 500 Meter
KPK Tetapkan Tersangka OTT Bupati Klaten, Identitas Diumumkan Sore Ini
KPK Naikkan OTT Klaten ke Penyidikan, Bupati Tiba di Gedung KPK
Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Selasa Pagi, PVMBG Larang Aktivitas Radius 5 Km

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Kapasitas Produksi 8 Juta Butir Sehari

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut ke Pembuktian 28 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Pagi Ini, Status Tetap Siaga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KPK Tetapkan Tersangka OTT Bupati Klaten, Identitas Diumumkan Sore Ini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:50 WIB

KPK Naikkan OTT Klaten ke Penyidikan, Bupati Tiba di Gedung KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Berita Terbaru