IHSG Melemah 1,99 Persen ke 5.266, Prospek Rabu Masih Tertekan

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG melemah Selasa, 27 Oktober 2026, dan turun 1,99 persen ke level 5.266,13. Indeks Harga Saham Gabungan itu turun 106,96 poin dari penutupan sebelumnya di level 5.373,09. Pelemahan ini menjadi penanda bahwa tekanan jual mendominasi perdagangan pada hari tersebut.

Selain itu, indeks LQ45 juga ikut melemah 1,69 persen ke level 533,02. Pelemahan yang terjadi secara luas ini menunjukkan sentimen negatif tidak hanya menekan saham-saham tertentu. Investor tampak memilih mengurangi risiko di tengah sejumlah ketidakpastian yang membayangi pasar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp18.125 per dolar Amerika Serikat. Di pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara tenor 10 tahun menembus 7,5 persen. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2022 dan berada di atas asumsi APBN 2026 sebesar 6,9 persen.

ADVERTISEMENT

KOL Management

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab IHSG Melemah Selasa

Tekanan terhadap pasar saham pada Selasa berasal dari beberapa faktor yang datang bersamaan. Pertama, aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya membuat sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan. Kedua, arus keluar modal asing menambah tekanan pada saham-saham di Bursa Efek Indonesia.

Selanjutnya, pasar juga mengantisipasi rebalancing indeks MSCI pada November. Penyesuaian komposisi indeks global itu sering kali memicu pergeseran alokasi dana investor institusi. Karena itu, sebagian pelaku pasar memilih bersikap menunggu sebelum mengambil posisi baru.

Baca Juga :  Pendaftaran MagangHub Batch 3 Dibuka, Cek Kelayakan Dulu Sebelum Melamar Lowongan

Di samping itu, investor menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed. The Fed mengumumkan keputusan itu Kamis dini hari WIB, 29 Oktober 2026. Konsensus pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75 sampai 4,00 persen. Penantian terhadap keputusan tersebut membuat pasar cenderung berhati-hati.

Prospek Rabu: IHSG Berpotensi Menguji Support

Memasuki perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, IHSG berpotensi melemah. Tekanan yang menekan pasar pada Selasa belum sepenuhnya mereda. Arus keluar modal asing dan penantian keputusan The Fed masih menjadi beban sentimen pada awal perdagangan.

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG berpotensi menguji support di rentang 5.182 sampai 5.118. Jika level tersebut tidak bertahan, tekanan jual bisa berlanjut. Sebaliknya, jika support bertahan, pasar berpeluang menahan pelemahan lebih dalam dan membangun pijakan baru.

Sementara itu, pergerakan yield SBN yang menembus 7,5 persen juga patut dicermati. Yield yang tinggi membuat instrumen pendapatan tetap menjadi alternatif yang menarik dibandingkan saham. Kondisi ini dapat menahan minat beli saham, terutama ketika ketidakpastian global masih tinggi.

Apa yang Perlu Dicermati Investor

Karena itu, investor perlu mencermati beberapa hal sebelum mengambil keputusan. Pertama, perhatikan apakah arus keluar modal asing berlanjut atau mulai mereda pada perdagangan Rabu. Kedua, pantau pergerakan rupiah di kisaran Rp18.125 per dolar Amerika Serikat, karena pelemahan lanjutan dapat menambah tekanan pada pasar saham.

Baca Juga :  Mitos dan Legenda Tersembunyi dari Berbagai Belahan Dunia

Selanjutnya, keputusan The Fed pada Kamis dini hari WIB akan menjadi penentu arah berikutnya. Jika The Fed benar-benar menahan suku bunga sesuai konsensus di 3,75 sampai 4,00 persen, pasar akan membaca pernyataan susulan The Fed untuk mencari petunjuk arah kebijakan berikutnya. Pernyataan yang lebih lunak dari perkiraan bisa meredakan tekanan, sedangkan nada yang lebih ketat bisa memperpanjang pelemahan.

Di samping itu, antisipasi rebalancing indeks MSCI pada November masih akan membayangi pasar dalam beberapa pekan ke depan. Investor dengan horizon jangka panjang sebaiknya tidak melakukan aksi jual panik. Fokus pada saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang masuk akal menjadi langkah yang lebih terukur di tengah volatilitas.

Sebagai penutup, IHSG melemah Selasa ke level 5.266,13 dengan penurunan 1,99 persen, dan prospek Rabu masih tertekan. Namun, pelemahan ini belum menjadi kesimpulan akhir arah pasar. Pantau level support 5.182 sampai 5.118, perkembangan rupiah, yield SBN, dan keputusan The Fed sebelum menentukan langkah investasi berikutnya.

Sumber Berita : Bursa Efek Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau Meningkat, Pemantauan Visual Terganggu Abu Vulkanik
Sidang Perdana Silmy Karim Digelar Kamis, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Persidangan
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Dibuka, Cek Kelayakan Dulu Sebelum Melamar Lowongan
Operasi Patuh 2026: 11 Pelanggaran Jadi Sasaran, Ini yang Ditindak dan Imbauan untuk Pengendara
Prediksi Rupiah Melemah: Analis Perkirakan Kisaran Rp18.080-Rp18.130 per Dolar AS
KPK Dalami Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB, Tak Hanya Handy Talky Karhutla
Sekitar 100 Orang di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalijaga Lima Disuspend BGN
Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Melemah 1,99 Persen ke 5.266, Prospek Rabu Masih Tertekan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Erupsi Anak Krakatau Meningkat, Pemantauan Visual Terganggu Abu Vulkanik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sidang Perdana Silmy Karim Digelar Kamis, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Persidangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Dibuka, Cek Kelayakan Dulu Sebelum Melamar Lowongan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Operasi Patuh 2026: 11 Pelanggaran Jadi Sasaran, Ini yang Ditindak dan Imbauan untuk Pengendara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KPK Dalami Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB, Tak Hanya Handy Talky Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekitar 100 Orang di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalijaga Lima Disuspend BGN

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru