CIREBON – Sekitar 100 orang di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan. Mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Para korban berasal dari kalangan siswa TK dan SD, peserta posyandu, serta guru.
Gejala mulai muncul beberapa jam setelah makan, sejak Selasa sore hingga malam. Para korban mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare. Menu yang mereka konsumsi hari itu antara lain sup telur puyuh yang menurut sejumlah orang tua terasa asam.
Korban Keracunan MBG Cirebon Menjalani Perawatan di Empat Rumah Sakit
Para korban menjalani perawatan di empat rumah sakit, yakni RS Siloam Putera Bahagia, RSUD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda. Sebagian pasien sudah boleh pulang, sementara sebagian lain masih menjalani perawatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekolah yang siswanya terdampak antara lain SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau langsung penanganan korban pada Selasa malam dan memerintahkan evaluasi total terhadap dapur penyedia.
BGN Menyuspend SPPG, Lab Menguji Sampel
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima yang memasok menu tersebut. BGN belum menetapkan batas waktu untuk penghentian ini.
“Pasca insiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima langsung di-suspend oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah juga berjanji bertanggung jawab penuh atas seluruh pengobatan korban,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, Selasa malam.
Tim gabungan bersama Forkopimda Kota Cirebon telah mengamankan sampel sup telur puyuh untuk pengujian di laboratorium. Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji tersebut. Pendataan jumlah korban masih berlangsung, sehingga angka sekitar 100 orang masih dapat berubah.
Sumber Berita : CNN Indonesia, iNews, KalderaNews, infokita.news









