KPK Dalami Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB, Tak Hanya Handy Talky Karhutla

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan korupsi pengadaan barang di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Cakupannya bahkan lebih luas dari yang terungkap pada operasi tangkap tangan pekan lalu. Selain handy talky untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, penyidik menelusuri pengadaan tenda, selimut, pompa air, dan perahu karet.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan pendalaman itu kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Barang-barang tersebut merupakan perlengkapan penanganan bencana, mulai dari kebutuhan pengungsi sampai penanggulangan banjir dan longsor.

Pengadaan Tenda BNPB Diusut KPK, Proyek Rp148 Miliar Jadi Fokus Penelusuran

KPK menelusuri proyek pengadaan senilai total Rp148 miliar sepanjang 2024 sampai 2026. KPK mengaitkan proyek itu dengan perusahaan-perusahaan terafiliasi Bima Setiawan, tenaga ahli sekaligus adik dari mantan Kepala BNPB Suharyanto. Sebagian dana dari proyek itu, menurut dugaan KPK, mengalir untuk pembelian saham.

Penyidik saat ini masih menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik yang penyidik sita dari penggeledahan delapan lokasi. Penggeledahan itu berlangsung di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi pada 15 sampai 19 Oktober 2026. Dari penggeledahan itu KPK menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang tunai, perhiasan, dan tiga unit mobil.

Baca Juga :  KPK Naikkan OTT Klaten ke Penyidikan, Bupati Tiba di Gedung KPK

KPK Sudah Menahan Lima Tersangka

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan lima tersangka dan menahan mereka di Rutan KPK. Mereka adalah Gabriel Purwaka Sigit selaku pejabat pembuat komitmen, Bima Setiawan, Richard Erlangga, Gery Prasetiawan, dan Syifa Nrika Ghifarin. Total barang bukti yang KPK umumkan mencapai Rp5,47 miliar.

Terbaru, KPK juga mengirim surat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. KPK menduga dua prajurit TNI aktif masuk dalam konstruksi perkara ini. TNI melalui Kepala Pusat Penerangan Mayjen Muhammad Nas menyatakan menghormati proses hukum dan akan berkoordinasi dengan KPK.

Sumber Berita : Antara, espos.id, kakinews.id, lensahukum.co.id

Berita Terkait

Sekitar 100 Orang di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalijaga Lima Disuspend BGN
Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Selasa Pagi, PVMBG Larang Aktivitas Radius 5 Km
Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Kapasitas Produksi 8 Juta Butir Sehari
Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut ke Pembuktian 28 Oktober
Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Pagi Ini, Status Tetap Siaga
Anak Krakatau Erupsi Enam Kali Sehari, Semburkan Abu Hitam 500 Meter
KPK Tetapkan Tersangka OTT Bupati Klaten, Identitas Diumumkan Sore Ini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KPK Dalami Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet di BNPB, Tak Hanya Handy Talky Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekitar 100 Orang di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalijaga Lima Disuspend BGN

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Buruh KBPBI Pilih Tidak Demo di 2 Tahun Prabowo-Gibran, Fokus Kawal PP UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Selasa Pagi, PVMBG Larang Aktivitas Radius 5 Km

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Kapasitas Produksi 8 Juta Butir Sehari

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Lagi Pagi Ini, Status Tetap Siaga

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Anak Krakatau Erupsi Enam Kali Sehari, Semburkan Abu Hitam 500 Meter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

KPK Tetapkan Tersangka OTT Bupati Klaten, Identitas Diumumkan Sore Ini

Berita Terbaru